Dalam perkembangan teknologi telekomunikasi telepon selular terutama yang berkaitan dengan generasi ke-tiga (3G), CDMA menjadi teknologi pilihan masa depan[1].
CDMA juga mengacu pada sistem telepon seluler digital yang menggunakan skema akses secara bersama ini,seperti yang diprakarsai oleh Qualcomm.
CDMA adalah sebuah teknologi militer yang digunakan pertama kali pada Perang Dunia II oleh sekutu Inggris untuk menggagalkan usaha Jerman mengganggu transmisi mereka. Sekutu memutuskan untuk mentransmisikan tidak hanya pada satu frekuensi, namun pada beberapa frekuensi, menyulitkan Jerman untuk menangkap sinyal yang lengkap.
Sejak itu CDMA digunakan dalam banyak sistem komunikasi, termasuk pada Global Positioning System (GPS) dan pada sistem satelit OmniTRACS
untuk logistik transportasi. Sistem terakhir didesain dan dibangun oleh
Qualcomm, dan menjadi cikal bakal yang membantu insinyur-insinyur
Qualcomm untuk menemukan Soft Handoff
dan kendali tenaga cepat, teknologi yang diperlukan untuk menjadikan
CDMA praktis dan efisien untuk komunikasi seluler terrestrial.
Daftar isi |
Keuntungan CDMA
Teknologi CDMA sendiri memiliki berbagai keuntungan jika
diaplikasikan dalam sistem seluler. Keuntungan-keuntungan tersebut
antara lain:
- Hanya membutuhkan satu frekuensi yang dibutuhkan untuk beberapa sektor/cell
- Tidak membutuhkan equalizer untuk mengatasi gangguan spektrum sinyal
- Dapat bergabung dengan metode akses lainnya, tidak membutuhkan penghitung waktu (guard time) untuk melihat rentang waktu dan penjaga pita (guard band) untuk menjaga intervensi antarkanal
- Tidak membutuhkan alokasi dan pengelolaan frekuensi
- Memiliki kapasitas yang halus untuk membatasi para pengguna akses
- Memiliki proteksi dari proses penyadapan
Penggunaan di dalam telepon bergerak
Sejumlah istilah yang berbeda digunakan untuk mengacu pada penerapan
CDMA. Standar pertama yang diprakarsai oleh QUALCOMM dikenal sebagai IS-95,
IS mengacu pada sebuah Standar Interim dari Asosiasi Industri
Telekomunikasi (Telecommunications Industry Association, TIA) yang
terakreditasi oleh "American National Standards Institute" (ANSI)[1]. IS-95 sering disebut sebagai 2G atau seluler generasi kedua. Merk dagang cdmaOne dari QUALCOMM juga digunakan untuk menyebut standar 2G CDMA.
Setelah beberapa kali revisi, IS-95 digantikan oleh standar IS-2000. Standar ini diperkenalkan untuk memenuhi beberapa kriteria yang ada dalam spesifikasi IMT-2000 untuk 3G, atau selular generasi ketiga. Standar ini juga disebut sebagai 1xRTT
yang secara sederhana berarti "1 times Radio Transmission Technology"
yang mengindikasikan bahwa IS-2000 menggunakan kanal bersama 1.25-MHz
sebagaimana yang digunakan standar IS-95 yang asli. Suatu skema terkait
yang disebut 3xRTT menggunakan tiga kanal pembawa 1.25-MHz menjadi
sebuah lebar pita 3.75-MHz yang memungkinkan laju letupan data (data
burst rates) yang lebih tinggi untuk seorang pengguna individual, namun
skema 3xRTT belum digunakan secara komersil. Yang terbaru, QUALCOMM telah memimpin penciptaan teknologi baru berbasis CDMA yang dinamakan 1xEV-DO,
atau IS-856, yang mampu menyediakan laju transmisi paket data yang
lebih tinggi seperti yang dipersyaratkan oleh IMT-2000 dan diinginkan
oleh para operator jaringan nirkabel.
System CDMA QUALCOMM meliputi sinyal waktu yang sangat akurat
(biasanya mengacu pada sebuah receiver GPS pada stasiun pusat sel ("cell
base station"), sehingga jam berbasis telepon seluler CDMA adalah jenis
jam radio
yang semakin populer untuk digunakan pada jaringan komputer. Keuntungan
utama menggunakan sinyal telepon seluler CDMA untuk keperluan jam
referensi adalah bahwa mereka akan bekerja lebih baik di dalam bangunan,
sehingga menghilangkan kebutuhan untuk memasang sebuah antena GPS di luar bangunan.
Yang juga sering dikacaukan dengan CDMA adalah W-CDMA. Teknik CDMA digunakan sebagai prinsip dari antarmuka udara W-CDMA, dan antarmuka udara W-CDMA digunakan di dalam Standar 3G global UMTS dan standar 3G Jepang FOMA, oleh NTT DoCoMo and Vodafone; namun bagaimanapun, keluarga standar CDMA (termasuk cdmaOne dan CDMA2000) tidaklah compatible dengan keluarga standar W-CDMA.
Aplikasi penting lain daripada CDMA, mendahului dan seluruhnya berbeda dengan seluler CDMA, adalah Global Positioning System, GPS.
Detil teknis
Dasar Matematis
CDMA menggunakan orthogonality sebagai inti dari kandungan matematisnya. Misal kita menampilkan sinyal data sebagai vector.
Sebagai contoh, rangkaian biner "1011" akan diwakili oleh vektor (1, 0,
1, 1). Kita bisa memberi nama kepada vektor ini, dengan memakai huruf
tebal, misal a. Kita juga bisa memakai operasi pada vektor-vektor ini, diketahui sebagai dot product, untuk "mengalikan" vektor-vektor, dengan cara menjumlahkan hasil dari masing2 komponen. Sebagai contoh, dot product dari (1, 0, 1, 1) dan (1, -1, -1, 0) menghasilkan (1)(1)+(0)(-1)+(1)(-1)+(1)(0)=1+-1=0. Dimana dot product dari vector a dan b adalah 0, kita bisa mengatakan dua vektor ini adalah orthogonal.
Hasil dot memiliki beberapa sifat, dan salah satunya akan menolong kita memahami bagaimana CDMA bekerja. Untuk vektor-vektor a, b, c:
Akar pangkat dua dari a.a adalah bilangan real, dan ini sangat penting. Kita bisa menulis
Asumsi vektor2 a dan b adalah orthogonal. Maka:
Implementasi
Misalkan sekarang kita memiliki satu set vektor yang saling ortogonal
satu sama lain. Biasanya vektor ini khusus dibuat untuk kemudahan
decoding - mereka adalah kolom atau baris dari matriks Walsh yang
dibangun dari fungsi Walsh - tapi tegas secara matematis batasan hanya
pada vektor ini adalah bahwa mereka ortogonal. Contoh fungsi ortogonal
ditampilkan dalam gambar di sebelah kanan. Sekarang, bergaul dengan satu
pengirim vektor dari himpunan ini, katakanlah v, yang disebut kode
chip. Associate angka nol dengan vektor-v, dan satu digit dengan vektor
v. Sebagai contoh, jika v = (1, -1), maka vektor biner (1, 0, 1, 1) akan
sesuai dengan (1 , -1, -1,1,1, -1,1, -1). Untuk keperluan artikel ini,
kita sebut dibangun ini vektor vektor yang ditransmisikan.
Setiap pengirim memiliki berbeda, vektor unik dipilih dari yang ditetapkan, tapi pembangunan vektor yang ditransmisikan identik.
Sekarang, sifat fisik dari interferensi misalkan bila 2 sinyal secara bersamaan punya phase yang sama, mereka akan "saling menambah" menghasilkan 2 kali amplitudo
dari masing-masing sinyal. Tetapi jika sinyal-sinyal tersebut tidak
dalam phase yang sama, maka mereka akan "saling mengurangi" dan
menghasilkan sebuah sinyal yang berbeda amplitudonya. Secara digital,
sifat-sifat ini cukup bisa dimodelkan dengan penambahan vektor
transmisi. Jadi, jika kita punya 2 pengirim, masing-masing mengirikam
secara bersamaan, salah satu dengan chip
code (1,-1) dan data vektor (1,0,1,1), dan pengirim yang lain dengan
chip code(1,1) dan data vektor (0,0,1,1),sinyal mentah yang akan di
terima menjadi
(1,-1,-1,1,1,-1,1,-1)+(-1,-1,-1,-1,1,1,1,1)=(0,-2,-2,0,2,0,2,0).
Misalkan sebuah penerima mendapat semacam sinyal seperti di atas, dan
ingin menngetahui transmiter mana yang mengirim dengan chip code
(1,-1). Penerima akan menggunakan properti-properti yang dijelaskan di
atas, dan mengambil dot product pada vektor yang diterima dalam beberapa
bagian. Ambil 2 komponen pertama dari vektor yang di terima, Yaitu
(0,-1). Sekarang, (0,-2).(1,-1)=(0)(1)+(-2)(-1)=2. Karena ini positif,
kita bisa menyimpulkan bahwa digit "1" sudah dikirimkan. Mengambil 2
komponen selanjutnya, yaitu (-2,0),(-2,0).(1,-1)=-2. Karena ini negatif
kita bisa menyimpulkan bahwa digit "0" telah dikirimkan. Dengan terus
melanjutkannya pada komponen-komponen selanjutnya kita bisa memecahkan
transmiter mana yang telah mengirimkan dengan chip code (1,-1) yaitu
(1,0,1,1) Likewise, applying the same process with chip code (1, 1): (1,
1).(0,-2) = -2 gives digit 0, (1, 1).(-2,0)=(1)(-2)+(1)(0)=-2 gives
digit 0, and so on, to give us the data vector sent by the transmitter
with chip code (1, 1): (0, 0, 1, 1).
Sekarang, ada isu-isu tertentu di mana proses matematika ini dapat
terganggu. Anggaplah bahwa satu pengirim mentransmisikan pada kekuatan
sinyal yang lebih tinggi daripada yang lain. Kemudian orthogonality
kritis properti bisa terganggu, sehingga sistem bisa gagal. Jadi
mengendalikan kekuatan daya merupakan masalah penting dengan pemancar
CDMA. A TDMA atau FDMA penerima dapat secara teori benar sewenang-wenang
menolak sinyal yang kuat pada slot waktu lain atau frekuensi saluran.
Hal ini tidak berlaku untuk CDMA; penolakan sinyal yang tidak diinginkan
hanya parsial. Jika salah satu atau semua sinyal yang tidak diinginkan
jauh lebih kuat daripada sinyal yang diinginkan, mereka akan menguasai
mereka. Ini menyebabkan persyaratan umum dalam sistem CDMA kira-kira
sesuai dengan berbagai tingkat kekuatan sinyal seperti yang terlihat
pada penerima. Dalam CDMA seluler, stasiun basis menggunakan loop
tertutup cepat skema kontrol daya untuk mengontrol ketat setiap daya
pancar perangkat.
Anggaplah suara itu hadir dalam saluran nol mengambil sedikit untuk
beberapa nilai lain. Maka ini juga akan mengganggu orthogonality
properti, dan dengan demikian menambah tingkat ekstra forward error
correction (FEC) coding juga penting.
Sejauh ini, kita telah mengasumsikan bahwa waktu adalah mutlak CDMA
tepat, yaitu tepat pemancar mentransmisikan pada titik-titik dalam
kelipatan panjang urutan chip. Tentu saja, dalam kenyataannya, ini tidak
praktis untuk mencapai, sehingga semua bentuk CDMA menggunakan spread
spectrum memperoleh proses untuk memungkinkan penerima untuk
mendiskriminasikan sebagian sinyal yang tidak diinginkan. Sinyal dengan
kode chip yang dikehendaki dan waktu diterima, sedangkan sinyal dengan
kode chip yang berbeda (atau kode penyebaran yang sama namun waktu yang
berbeda offset) muncul sebagai suara wideband dikurangi dengan proses
mendapatkan.
Keuntungan utama CDMA atas TDMA dan FDMA adalah bahwa kode CDMA yang
tersedia berjumlah tak hingga. Hal ini membuat CDMA secara ideal cocok
bagi sejumlah besar pemancar yang masing-masing menjangkitkan sejumlah
kecil trafik pada selang waktu tak teratur, karena hal itu menghindari
overhead untuk mengalokasi dan men-dealokasi secara terus-menerus
sejumlah terbatas slot waktu ortogonal atau kanal frekuensi ke pemancar
individual. Pemancar CDMA dengan begitu saja mengirim ketika mereka
mempunyai sesuatu untuk dikirim dan diam ketika tidak.
Soft Handoff
Soft handoff (or soft handover) adalah salah satu inovasi dalam
mobilitas di mana mungkin dilakukan dengan teknologi CDMA. Hal ini
berkaitan dengan teknik atau pemindahan dari satu sel ke sel yang lain
tanpa memutuskan hubungan radio kapanpun. Di dalam teknologi TDMA dan
sistem analog,setiap pancaran sel pada frekuensinya sendiri, berbeda
daripada sel-sel tetangganya. Jika sebuah perangkat bergerak telah
mencapai batas dari sel yang melayani call sekarang, dapat dikatakan
akan memutus hubungan radio dan secepatnya menyesuaikan dengan salah
satu frekuensi sel-sel tetangganya dimana call telah dipindahkan oleh
jaringan dikarenakan perpindahan lokasi dari peralatan bergerak
tersebut. Jika peralatan bergerak tersebut tidak bisa menyesuaikan
dengan frekuensi barunya dalam sekejap, maka panggilan akan diputus.
Didalam Sistem CDMA, satu set sel bertetangga semuanya menggunakan
frekuensi yang sama untuk transmisi dan sel yang berbeda (atau base
station) dalam arti adalah sebuah nomor yang disebut "PN offset", di
saat time offset dari permulaan pseudo-random noise sequence yang
diketahui dimana digunakan untuk menyebarkan sinyal dari base
station.Dikarenakan semua sel berada pada satu frekuensi, mendengarkan
pada BTS yang berbeda sekarang adalah tantangan dalam pemprosesan sinyal
digital berbasis pada offset dari sekuen PN,bukan Tranmisi RF dan
berdasarkan penerimaan pada frekuensi terpisah. Apabila handphone CDMA
menjelajah melalui jaringan, ia mengenali offset PN dari sel bertetangga
dan melaporkan kekuatan setiap sinyal kembali ke sel acuan dari
hubungan percakapan (biasanya sel yang terkuat). Jika sinyal dari sebuah
sel bertetangga cukup kuat,perangkat bergerak tersebut akan dihubungkan
langsung pada "add a leg" panggilannya dan memulai mentranmisikan dan
menerima ke dan dari sel baru dalam arti ke sel (atau sel-sel) panggilan
yang baru saja digunakan. Begitu juga,jika sebuah sinyal sel
melemah,maka handset akan secara langsung diputus hubungannya. Dalam hal
ini, handset dapat bergerak dari sel ke sel dan menambah dan membuang
jika diperlukan dengan tujuan untuk menjaga call hingga tanpa memutuskan
hubungan. Dalam prakteknya,ada batasan-batasan frekuensi, sering antara
sinyal pembawa yang berbeda atau sub-jaringan. Pada keadaan ini,
handset CDMA akan menggunakan jalan yang sama seperti dalam TDMA atau
analog dan menjalankan sebuah perpindahan yang ekstrem di mana hal ini
akan memutus hubungan dan mencoba mengambil frekuensi baru di mana ia
baru saja mati.
Fitur CDMA
- Sinyal pesan pita sempit ( narrowband ) akan digandakan dengan penyebaran sinyal pita lebar ( wideband ) atau pseudonoise code
- Setiap pengguna mempunyai kode pseudonoise (PN) sendiri-sendiri.
- Soft capacity limit: performansi sistem akan berubah untuk semua pengguna begitu jumlah pengguna meningkat.
- Near-far problem (masalah dekat-jauh)
- Interferensi terbatas: kontrol daya sangat diperlukan
- Lebar bandwidth menimbulkan keaneka ragaman,sehingga meggunakan rake receiver
- Akan membutuhkan semua komputer yang pernah dibuat di bumi untuk memecahkan kode dari satu setengah percakapan dalam sistem CDMA!
Catatan kaki
- ^ a b www.tiaonline.org Telecommunications Industry Association, (diakses 18 Mei 2010).
Lihat pula
Pranala luar
- The Third Generation Partnership Project 2 (3GPP2)
- The Third Generation Partnership Project (3GPP)
- CDMA Development Group (CDG)
- Links to CDMA Whitepapers/Tutorials (CDG)
- Radio-Electronics.Com
- Qualcomm CDMA Technologies (QCT)
- CDMA in Africa
- CDMA Development Group
- Learning by Simulations Direct Sequence CDMA Simulation
Tidak ada komentar:
Posting Komentar